Pembela Islam? Masa?

Agaknya sudah bukan sesuatu yang asing, sebuah tindakan anarkis di bulan Ramadhan terjadi. Sudah lazim? Pastinya. Maka jangan heran jika tindakan-tindakan tersebut banyak dinilai berlebihan, salah sasaran bahkan sudah melampaui batas. Tidakkah cukup 1 nyawa yang melayang demi kepentingan ‘kalian’? Kenapa ‘kalian’, dan bukan ‘kita’?
Siapa yang mau agamanya, kepercayaannya, diatasnamakan oleh sekelompok orang yang melakukan tindakan yang sebenarnya sudah keterlaluan dan..aneh?
Sweeping lokalisasi dan panti pijat murahan, hotel-hotel murah? Lalu Alexis dan yang lain?
Menghina secara sadar kepada Presiden ke-4 RI dalam sebuah talkshow di sebuah kanal radio dan..on air?
Menyiram orang yang sedang memberikan pendapatnya dalam sebuah forum?
Jadi sebenarnya siapa yang salah?
‘Untukmu agamamu, untukku agamaku’ bisa jadi tumbal dari semua kejadian ini.
Ketika kalian membabi buta, menghancurkan rumah ibadah saudara-saudara kita, sadarkah kalian melanggar statement tersebut?
Tapi ketika kalian dalam situasi yang terdzalimi, kalian jadikan itu sebagai tameng. Bolehkah saya menyebut anda munafik? Oh tidak. Kata ‘munafik’ sudah terlalu permisif. Bagaimana jika ‘si muka dua yang labil tak berakal sehat’?
Lantas, masihkah kalian berfikir kalian pembela Islam? Tanyakan pada diri sendiri dan pada ummat. Kalau kalian mau berkilah, sewa saja lembaga survei, bukankah kucuran dana kalian begitu melimpah? Iya, kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s