Kembali ke Asal

Seorang wanita dan pria paruh baya berbibir kering, tangan kanannya memegang lemah sendok, tangan kirinya menggenggam erat telepon selular yang tempo hari kau belikan dengan alasan “Agar kalian bisa menghubungiku walau terpisah jarak”, katamu. Pun berwaktu melangkah jauh, kau malah menambah batasmu dengan mereka yang memberimu hidup di dunia. Lupa, mencintai pekerjaan, mencintai yang katanya pasangan hidupmu, sampai mereka yang mengasuh dan membuatmu besar tak diingat.
Jangan menjadi orang purba yang tak tahu teknologi bisa digunakan untuk siapapun, bahkan bapak ibumu.
Jangan menjadi manusia munafik yang tak peduli bahwa kata-kata “aku sayang..” bisa digunakan untuk siapapun, bahkan bapak ibumu.
Jangan menjadi pecundang yang dibudakkan oleh nafsu, karir, pendidikan yang memaksa hanya untuk mengingat mereka, ingatlah juga bapak ibumu.
Tidak salah jika kamu setelah ini langsung membeli pulsa lalu telepon bapak ibumu.
Tidak salah jika kamu setelah ini langsung membeli tiket lalu pergi menuju asal tempatmu.
Tidak salah juga jika mungkin ada dari beberapa dari kalian yang ingin mengunjungi pusara bapak/ ibumu.
Karena sebenar-benarnya pergi adalah kembali ke asal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s