Sajak harian 3: Karma

Menjauhlah karma.
Aku tak pernah bermaksud mendekatimu.
Karena matra saat ini bukan tempat yang pas untukmu.
Pahami itu.
Aku bukan mendekatimu, Karma.
Aku hanya berusaha membantunya merapikan kepingan hatinya yang sedang berantakan.
Lagipula, saat ini adalah bukan waktu yang tepat untukmu muncul, Karma.
Siapa lagi yang akan membantunya kembali memapah hatinya agar bisa bangkit?
Merindu seseorang yang bahkan ketika dia disampingmu,
dia tetap mempunyai sekat dengan hatimu.
Sakit tapi nyaman saat dijalani.
Cuma kumpulan aksara itu yang kamu pinjam,
sampai kamu tidak sadar bahwa separuh emosi ini ikut terambil.
Dan masih ada dinding ternyata.
Terlarang? Bisa jadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s