Malam Minggu Itu Sebenarnya Hanya Mitos

Jangan kaitkan status gue yang gak punya pacar sebagai kambing hitam dari judul tulisan ini. Serius. Ini nyata lho. Dimana orang-orang selalu menyebut-nyebut malam Minggu ini sebagai sesuatu yang harus dirayakan atau dilewati. Nanti dicap gak gaul atau kuper kalo gak pernah keluar pas malem Minggu. Stigma macam apa itu? Lebih baik gue menunggu saatnya menjalankan sunnah Rasul saja di malam Jum’at :v

Sebenernya ide nulis ini baru muncul tadi saat gue dan beberapa temen nongkrong di K*C. Sampe akhirnya si Opik (temen gue) bilang “Ih malem ini kerasa kayak nggak joms yah”. Ditambah lagi Senia (temen gue lagi) bilang gini “Upi, update di Twitter dong biar kerasa bahagia”. Sementara Lia (iya, masih temen gue kok) cuma bisa ketawa-ketawa. Iya, dia sedang menertawakan kejombloannya dalam hati.

Gue langsung mikir, sebegitu pentingkah malem Minggu ini? Ini kan kampret banget gitu. Akun-akun taik dan kampret tukang galau di Twitter mulai berkoar-koar tentang malem Minggu. Mereka kan lagi berbisnis. Nambah followers, retweet-an, entar mereka jual barang deh. laku. Siapa yang bodoh coba?

Yang pacaran di pamer-pamerin. gak di dunia nyata, gak di sosmed. Yang jomblo suka disindir. Seakan-akan kami adalah masyarakat kelas 2. Eh, elo kalo putus juga paling anjing-anjingan ujung-ujungnya. Haha :v

Please. Malam Minggu, Sabtu malam atau apalah itu, semuanya sama. Gak ada yang beda kok. Yang ngebedain ya karena besoknya hari libur (Minggu) makanya suasana dimana-mana rame. Coba aja hari libur negara jadi Senin. Pasti Minggu malemnya bakal rame, pasti bakal ada sebutan “Malem Senin (atau Senen tergantung pelafalan dan lidah kalian), pasti bakal ada penindasan terhadap kaum yang tak punya pacar. Sama aja, kan?

Jadi, cobalah mulai sekarang, jangan lebay. Anggaplah malem Minggu sama kayak hari biasa. Kalau kalian galau, kenapa gak dibuat menjadi suatu karya yang bermutu semacem karyanya Raditya Dika yaitu “Malam Minggu Miko”?
Udah gitu aja. Dan ini ada link siapa tau kalian belum tau maksud tersembunyi dibalik “Malem Minggu” http://sijuki.com/4-hal-malam-minggu/

Akhir kata, ada kutipan bagus dari Juki:

“Malam minggu itu bukan tentang dimana elo menghabiskannya, tapi bagaimana elo memanfaatkannya.”
“Kebahaagiaan itu bukan soal status, tapi soal keputusan. Apapun kondisinya, apapun malamnya,
selama elo merasa bahagia, jadilah diri elo yang apa adanya.”

Salam sejahtera.
Upi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s