Sajak Harian 10: Takut Dan Berlari

Ini aku
Aku yang dulu pernah takut
Bahkan takut pada cintaku sendiri

Pernah di satu hari
Dia kulihat pulang sekolah
Dan aku berniat mengejarnya
Lalu ku utarakan semua
Tapi apa daya, diriku bergeming
Lagi

Lagi suatu hari
Kulihat dia depan stasiun
Menunggu sembari melihat jam
Seakan siap ku berangus dengan segala tumpah ruah perasaanku
Dan aku bergeming
Lagi

Aku pulang dengan kecewa
Kecewa kepada diriku yang seorang pecundang
Sepanjang jalan mengutuk diri sendiri
Ku naiki bus kota yang biasa
Ku duduk melamun di dalamnya
Terhening

Sampai tiba-tiba aku merasakan sebuah gejolak dan semangat
Aku sudah tak tahan memendam kerinduan
Cinta
Dan semua yang selama ini terkunci, tertutup rapat oleh bajingan yang bernama rasa takut
Kuberanikan untuk turun dari bus
Dan pergi mengejarnya
Kukejar
Kukejar sekuat aku menahan perasaan ini
Tanpa lelah, tanpa melihat sekitar
Yang kuingat hanya senyum manisnya tempo hari

Lari! Larilah pecundang!
Kejar apa yang kau impikan!
Bertanggungjawablah atas semua yang kau rasakan!

Sore ini hidupku nampak lebih baik
Di depan stasiun
Dengan erat tanganku menggegam
Sebagaimana cinta ini yang puas karena telah ku peluk erat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s