Sajak Harian 11: 2 Tahun berlalu

Kata-kata habis sudah
Yang dulu selalu terangkai
Itu untukmu
Mungkin kau tahu

Bersepeda berdua
Selalu saling bicara
Tak jarang kita bercanda
Iya, kita berdua
Bersama
Itu dulu

Kau berdiri
Melihat jam
Seakan diburu waktu
Aku mengejarmu
Berlari di tengah kemacetan
Demi siapa kau tahu
Ah, waktu itu

Kugenggam erat
Senyum manismu
Dan tangan hangatmu
Seakan kita saling melempar harap
Untuk destinasi kita berdua

Terpisah jarak
Pada akhirnya
Namun tetap menyimpan harap
Hingga saat itu datang

Aku merindumu
Tak bisa kutahan
Ku kirim pesan singkat
Sebaris namun berarti
Dalam sekali
Harusnya kamu mengerti

Pahit
Cincin di jari manis
2 tahun yang kunanti
Seakan ingin kubuang ke tempat sepi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s