Sajak Harian 12: 2 Tahun Yang Indah, Ya?

Semua orang punya sesal
Itu hal yang selalu kuyakini dalam hati
Ah, kuhapus lamunanku
Karena aku sekarang hendak bertemu rindu
Kukirim sebaris email
Kepada dirimu kutuju

Di tempat ini dulu sekali
Pernah jadi memori tak terganti
Bersekatkan kaca-kaca mosaik
Kamu pasti berkata “Terlihat nostaljik, ya?”
Ya, kamu menyukai masa lalu
Setiap momen terekam jelas selalu

Tak kunjung datang
Kenapa adalah kata yang kupikir pertama kali
Bodohnya aku tak berpikir
Bahwa 2 tahun adalah waktu yang tak pendek
Aku lupa semua hal pun bisa berubah
Sudahlah

Aku pergi di stasiun suatu hari
Hendak kemana entah aku lupa
Ku duduk di bangku panjang tempat menunggu
Hingga lokomotif itu nanti menepi
Selalu kujadikan kau bahan lamunan
Datang seseorang duduk di bangku ini
Di ujung yang lain
Memandangku dengan air muka putus asa
Kosong, namun meninggalkan jejak yang dalam
Kulihat dia menunjukkan jari manisnya
Perlahan air matanya turun
Menunduk bagai narapidana yang tervonis bersalah
Aku tersenyum, berdiri kukatakan padanya
“Air mata untuk apa? 2 tahun yang indah, ya?”

Advertisements

One thought on “Sajak Harian 12: 2 Tahun Yang Indah, Ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s