Side Story @kuran666er: Epilog Merah

Pagi beranjak seperti biasanya. Menghangatkan bumi sejak pukul 5. Orang-orang kembali memulai aktivitasnya yang tertunda kemarin. Ramai, itulah pagi hari. Bagi sebagian orang, pagi hari adalah suatu hal yang sangat biasa bahkan mungkin membosankan karena menjadi rutinitas. Tapi bagi sebagian yang lain, bisa menjadi suatu awal yang baru dalam hidupnya.

Seperti di setiap paginya, Rangga selalu duduk di teras rumahnya sejak pagi hari. Mengambil koran yang sudah diantar oleh loper koran dan tersedia di atas meja di terasnya, lalu membawa kopi yang sudah dia seduh tadi di dapur. Sekilas membolak-balikkan lembar koran dan membaca beberapa berita.

Lalu, seorang perempuan yang tak jauh usianya dari Rangga, dengan paras cantik & menawan (bahkan mungkin terlalu cantik untuk seorang ibu rumah tangga biasa, haha), datang menghampirinya dari dalam rumah. Masih dengan pakaian piyamanya, tampak sedikit lelah jika dilihat dari raut wajahnya yang mungkin baru saja selesai bekerja di dapur.

“Heh, baca koran melulu! Inget gak sekarang hari apa?”
“Inget lah! Aku ini seorang ayah yang baik kok. Hahaha!”
“Hiih! Seriuss! Kamu tuh dari dulu sukanya ngelawak melulu, bercanda mulu.”
“Lah, bukannya itu yang bikin kamu suka?”
*pipi sang perempuan mulai merona merah* “Hah?! Apaan sih yeeeyy!”
“Udahlah masih aja sih malu-malu kayak anak muda, Ma. Hahaha. Eh, kamu udah siapin segala perlengkapan anak kita belum?”
“Udah dong. Walaupun aku agak jarang di rumah tapi aku ini ibu yang baik. Huh!”
“Udah napa jangan cemberut, Ma. Aku tiba-tiba jadi inget waktu pertama kali aku nyelametin kamu dari Woshrek dulu itu. Kamu bilang makasih gitu sambil sesenggukan. Hehehe.”
“Tuh kan, dibahas lagi! Hiiihh, Papa, ah!”, Melody pun masuk kembali ke dalam rumah sembari cemberut. Rangga pun hanya bisa tertawa melihat kelakuannya.

Rangga terkadang selalu mengingat masa mudanya. Dulu dia adalah salah satu bagian dari Kuran666er. Sekelompok pahlawan delusi yang bertugas menyelamatkan para member sebuah idol group yang terkenal saat itu. Banyak sekali petualangan dan pengalaman yang Rangga alami bersama semua teman-temannya. Suka, duka, semangat, gesrek.. Rangga terkadang rindu akan itu semua. Rangga sangat ingin bertemu muka dengan mereka lagi. Ketika sedang asyiknya Rangga mengingat-ingat masa mudanya, tibaa-tiba dia dikagetkan oleh sebuah suara seseorang dari arah belakang..

“DOOOOOORRRRRRR!! Hahahahahaha! Ayah kaget, hahaha!”
“AISSSHHH YA AMPUUNNN!!! KAMU KENAPA NGAGETIN AYAH SIH? HAH?”, kata Rangga kepada anaknya.
“Eiittss. Sssttt. Sama anak sendiri kok marah-marah? Katanya ayah yang baik?”, ujar Melody. Rangga hanya bisa menggerutu dalam hati.

Di hadapan Rangga dan Melody sekarang berdiri anak semata wayangnya. Tampaknya hari itu adalah hari dimana mereka berdua akan berpisah dengan anaknya untuk waktu yang agak lama. Ya, mungkin sangat lama.

“Seta, biar kamu udah kelas 1 SMA, sebenernya Mama sama Papa agak berat hati buat ngijinin kamu pergi.”, ujar Melody.
“Jaga kesehatan yah. Makan teratur. Jangan males olahraga. Makannya jangan..”
“..sembarangan beli. jangan lupa kerjain tugas-tugas sekolah. Cari teman yang benar-benar baik daaaaaaan lain-lain. Iya kan, Ma?”
*tarik nafas*
“Ma, Seta udah gede. 16 tahun. Seta yakin bisa jaga diri disana kok. Mama sama Papa gak usah khawatir”, ucap Seta sembari tersenyum.

Melody yang mendengar anak semata wayangnya berkata seperti itu, tak kuasa lagi menahan air matanya. Dia langsung memeluk Seta erat-erat. Rangga yang sedari mendengarkan percakapan itu, kemudian datang menghampiri.

“Seta, Papa gak bisa kasih kamu nasihat apa-apa lagi. Kamu pasti inget apa aja yang Papa bilang ke kamu. Tapi, jangan lupa 1 hal. Tetap jadi orang baik disana.”
Seta melepas pelukan ibunya lalu berkata, “Iya Pa. Aku Seta Pranendra, adalah anak dari Rangga Pranendra, Kuran666 Red! Kelak ada saatnya, aku juga akan jadi pahlawan kayak Papa dulu!”
Dengan agak kaget, Rangga berkata, “Waaah, kamu masih berambisi jadi seorang pahlawan yah? Nah, kamu harus terus berbuat baik kepada semua orang. Minimal itu dulu. Inget pesen Papa!”
“Siap Pa. Hehehe. Yaudah Pa, Ma.. Seta mau berangkat dulu ke stasiun.”
“Yasudah, hati-hati dijalan yah, nak”, jawab Rangga.

Melody yang masih menyeka air matanya pun berkata, “Iya Seta. Hati-hati, nak. Eh tunggu. Chimpz mana, Seta?”
Seta pun kaget. “Oiya! Chimpz mana?! Chimpz! Chimpz! Kamu dimana?, Seta memanggil sembari berteriak.

Lalu, seekor simpanse menghampiri Seta sambil memakan pisang yang sudah terkupas. Simpanse itu langsung naik ke pundak Seta.

“Chimpz! Kamu kemana aja?! Kita kan udah mau pergi!”
“Uuukk uuukkk uukkkk!! *menunjuk-nunjuk pisang dan mulutnya*
“Ooh laper, yaudah ayo kita pergi, Chimpz! Ma.. Pa.. Aku pergi dulu! Aku gak bakal lupa nelpon kalian kok! Dadaaaahhh!

Seta pun berlari mengejar angkutan umum yang baru saja melintasi rumahnya. Tinggallah Rangga dan Melody berdua di teras rumah itu. Kemudian Melody kembali masuk ke dalam rumah. Rangga yang sudah selesai membaca koran ikut masuk ke dalam. Saat masuk kedalam, Rangga melihat Melody sedang berdiri menatap sebuah foto yang terpajang di salah satu sudut rumahnya.

“Pa.. Jadi inget dulu yah. Kamu dateng ke teater buat ngelindungin aku sama temen-temen yang lain dari Jenderal VVoshrek. Kuran666 banget deh kamu sama temen-temen kamu dulu. Hihihi.”, ujar Melody sambil tertawa kecil.
“Tapi sayang kan? Sayang doong?”, kata Rangga.
“Ah Papa!”

Rangga lalu memeluk Melody dari belakang. Mereka berdua sama-sama melihat foto yang terpajang disitu. Di potret itu terlihat Melody yang masih memakai seifuku di foto berdua dengan Rangga yang masih menggunakan Kuran666 Form tapi tanpa topeng yang menutupi wajahnya. Mereka tersenyum bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s