#1Day1StoryForIkha: Untuk Perempuan Yang Menangis Tersedu Saat Hujan Di Stasiun

Aku baru sampai di stasiun
Aku sangat ingin bertemu kamu
Melihat senyum kamu
Melihat mata indahmu
Aku rindu

Aku menunggu pesan singkat darimu
Kutunggu di stasiun
Aku sudah bertekad
Berapa lamapun akan kutunggu
2 tahun tak bertemu denganmu
Aku merindu

Lama sekali
Siang berganti malam
Panas terik berganti hujan
Namun kamu belum juga datang
Aku masih menunggu

Bulan sudah muncul
Matahari sudah mengantuk dan pergi tidur
Aku bahkan sempat tertidur beberapa saat
Stasiun masih ramai
Hatiku tidak
Ikha, kemana kamu?

Kamu datang, aku berubah senang
Kamu tampak sayu
Sambil memgang payung
Namun pipimu kulihat basah
Kamu acungkan tanganmu
Terlihat cincin jari manismu

Aku menghampirimu
Kupeluk erat dirimu
Kubisikkan ucapan selamat
“Selamat yah. Kamu harus bahagia.”
Kamu makin menangis

Aku tahu bukan salahmu
Aku paham tabiat familimu
Kuhapus air mata yang jatuh di pipimu
Kucium lembut keningmu
“Aku pulang dulu ya. Aku tunggu undangannya.”

Aku melangkah ke loket
Kupesan tiket kepulanganku
Pulang dengan rasa lega
Lega karena kau bahagia
Dan aku pun masuk ke kereta terakhir di malam itu
Meninggalkanmu yang tersedu-sedu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s