#1Day1StoryForIkha: Diam-Diam Saja

“Ayo Ikha! Buruan! Barang-barang kamu udah belum?”, tanya Kak Naomi setengah berteriak.
“Udah Kak Omi. Udah siap!”
“Yaudah yuk buruan naik bus. Siapa lagi yang belum?”
“Kayaknya udah semua. Terakhir kan aku sama Nat. Itu Nat udah masuk.”
“Iya. Aku disini!”, kata Nat.
“Yaudah. Yuk berangkat.”, tutup Kak Naomi sambil masuk bus.

Hari ini kita berangkat untuk persiapan event meet and greet plus konser esok hari di Bandung. Jarang-jarang banget kita bisa perform dengan formasi penuh. Ya. Yang ke Bandung hari ini Semuanya adalah Tim KIII. Aku senang sekali. Ditambah lagi, aku jarang sekali pergi ke Bandung. Bahkan untuk berlibur. Makanya, ketika kita sampai nanti di Bandung, aku bersama yang lain sudah mempersiapkan banyak agenda untuk mengisi waktu kosong nanti. Jalan-jalan yeay! Haha. Tapi, ada hal lain juga yang sudah aku tunggu-tunggu untuk hari ini. Hmm..

***
“Bro, maneh nonton konser besok?”
“Gak tau euy. Kalo ada yang jual tiket murah mah gapapa deh.”
“Eh, kalo mau sama urang, yuk. Aing ada kenalan sama pantianya. Tadi sih udah mesen 1 tiket. Kalo mau 1 lagi bisa urang pesenin. Setengah harga, lho! Ambil gak?”
Serius?! Yaudah atuh, pesenin yak.”
“Tapi ada persenan buat aing dong ya! Hehehehe.”
“Eeeeuuuhh.. Iya deh, iya.. By the way, maneh gausah lah ngomong pake Bahasa Sunda lagi.”
“Lah, emangnya kenapa?”
“Maksa banget kedengerannya tauk.”
“Errrrrr..”

Selama berkecimpung di fandom ini, aku memang tak pernah memaksakan keuanganku untuk memenuhi hasrat idoling-ku ini. Kalau memang aku sedang tak punya uang atau memang sesuatu itu terlalu mahal untukku, ya aku tak akan memaksakan diri. Makanya, aku tak berniat membeli tiket untuk konser esok hari. Tapi, Anton temanku, ternyata memang orang baik. Hahaha. Akhirnya aku dapat tiket dengan setengah harga. Yaah sudahlah. Yang terpenting aku bisa bertemu oshimenku besok. Atau nanti?

***
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Sudah sekitar 3 jam kita ada di Bandung. Sedari tadi sore, kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan istirahat di hotel. Aahh.. Aku bosan terus-terusan disini. Aku sekamar dengan Tata, Nadila, Nat, Sinka dan Della. Sedari tadi kita hanya mengobrol dan ngemil. Kecuali Nat. Dia baru saja bangun dari tidurnya. Seakan tahu keinginan kita, manajer kita tiba-tiba masuk ke dalam kamar.

“Hei gals! Pada mau jalan-jalan gak? Aku yang ngawal kalian.”
“Wah! Serius nih?!”, ujar Hanna kaget.
“Yes! Jalan-jalan malem kita! Untung gue udah bangun.”, kata Nat lagi.
“Yaudah ayok semuanya, kita siap-siap yuk.”, kata Sinka.
“Aku tunggu kalian diluar ya. Akau mau manggil LO-nya dulu buat jadi guide kita nanti.”, ujar sang manajer.

Kita pun semua bersiap-siap. Yaa kalian ngerti lah gimana persiapannya para gadis-gadis muda kalau mau jalan-jalan. Hahaha. Rempong banget. Aku pun sedang bersiap-siap saat smartphone ku berbunyi. Ada pesan masuk. Kuambil ponselku dan kubaca pesannya. Aku pun tersenyum-senyum sendiri.

***
“Wah, Pi. Maneh udah dikosan aja. Tumben pulang cepet. Baru juga jam setengah 12.”
“Iya nih, Ton. Aku tidur duluan yak. Maneh begadang kan?”
“Nggg.. Iya sih. Emang kenapa?”
“Bangunin urang yah sekitar jam 3-an. Urang mau pergi?”
“Hah, kemana, Pi?”
“Gausah kepo, Ton. Gak baek, gak ada manfaatnya. Yaudah intinya gitu. Udah yah, urang tidur duluan. Oyasumikhaaa!”
“Terserah maneh! Bebas!

Aku langsung menuju kasurku. Dan tidur sambil tersenyum-senyum.

***
“Fiiuuhh.. Capek juga yak!”, kata Tata.
“Aku gak capek. Aku kenyang. Hohoho.”, Sinka tersenyum-senyum.
“Ah, Sinka mah makan mulu! Pantes gendut. Hahaha.”, timpal Della.
“Ih! Gak gendut-gendut amat kok. Weekkk.”

Nadila dan Nat langsung tertidur. Aku sendiri masih membereskan beberapa belanjaan yang tadi kubeli. Capek sekali rasanya. Setelah semuanya beres, aku langsung menuju kasur dan tidur. Tak sabar untuk esok hari.

***
Fajar mulai menampakkan dirinya. Dua orang muda-mudi ini sedang melihat proses terjadinya fenomena alam yang indah ini.

“Waaahh! Liat deh Kak! Udah mulai muncul mataharinya!”
“Bener kan? Di bukit ini tuh indah banget kalo menjelang fajar.”
“Waaahh! Cantik banget! Makasih yah udah bawa aku kesini, Kak!”
“Hahaha. Sama-sama. Ngomong-ngomong, kayaknya istilah “menculik” lebih pas buat aku. Dan istilah “kabur” pas buat kamu. Hahaha. Kan kamu kabur dari hotel buat ngeliat sunrise ini.”
“Iya nih. Kakak nyulik aku nih dari hotel. Hahaha.”
“Tapi seneng kan diculik gini?”, ucapku sambil setengah menggoda.
“Ah! Tau ah!”, jawabnya sambil tersipu malu. “Tapi, sekali lagi, makasih ya kak udah mau ngasih pengalaman yang berkesan di Bandung ini.” Ah! Manis sekali senyummu, dik.
“Iya Riskha Fairunissa. Sama-sama.”, ujarku sambil tersenyum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s