#1Day1StoryForIkha: Diam-Diam Saja

“Ayo Ikha! Buruan! Barang-barang kamu udah belum?”, tanya Kak Naomi setengah berteriak.
“Udah Kak Omi. Udah siap!”
“Yaudah yuk buruan naik bus. Siapa lagi yang belum?”
“Kayaknya udah semua. Terakhir kan aku sama Nat. Itu Nat udah masuk.”
“Iya. Aku disini!”, kata Nat.
“Yaudah. Yuk berangkat.”, tutup Kak Naomi sambil masuk bus.

Hari ini kita berangkat untuk persiapan event meet and greet plus konser esok hari di Bandung. Jarang-jarang banget kita bisa perform dengan formasi penuh. Ya. Yang ke Bandung hari ini Semuanya adalah Tim KIII. Aku senang sekali. Ditambah lagi, aku jarang sekali pergi ke Bandung. Bahkan untuk berlibur. Makanya, ketika kita sampai nanti di Bandung, aku bersama yang lain sudah mempersiapkan banyak agenda untuk mengisi waktu kosong nanti. Jalan-jalan yeay! Haha. Tapi, ada hal lain juga yang sudah aku tunggu-tunggu untuk hari ini. Hmm..

***
“Bro, maneh nonton konser besok?”
“Gak tau euy. Kalo ada yang jual tiket murah mah gapapa deh.”
“Eh, kalo mau sama urang, yuk. Aing ada kenalan sama pantianya. Tadi sih udah mesen 1 tiket. Kalo mau 1 lagi bisa urang pesenin. Setengah harga, lho! Ambil gak?”
Serius?! Yaudah atuh, pesenin yak.”
“Tapi ada persenan buat aing dong ya! Hehehehe.”
“Eeeeuuuhh.. Iya deh, iya.. By the way, maneh gausah lah ngomong pake Bahasa Sunda lagi.”
“Lah, emangnya kenapa?”
“Maksa banget kedengerannya tauk.”
“Errrrrr..”

Selama berkecimpung di fandom ini, aku memang tak pernah memaksakan keuanganku untuk memenuhi hasrat idoling-ku ini. Kalau memang aku sedang tak punya uang atau memang sesuatu itu terlalu mahal untukku, ya aku tak akan memaksakan diri. Makanya, aku tak berniat membeli tiket untuk konser esok hari. Tapi, Anton temanku, ternyata memang orang baik. Hahaha. Akhirnya aku dapat tiket dengan setengah harga. Yaah sudahlah. Yang terpenting aku bisa bertemu oshimenku besok. Atau nanti?

***
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Sudah sekitar 3 jam kita ada di Bandung. Sedari tadi sore, kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan istirahat di hotel. Aahh.. Aku bosan terus-terusan disini. Aku sekamar dengan Tata, Nadila, Nat, Sinka dan Della. Sedari tadi kita hanya mengobrol dan ngemil. Kecuali Nat. Dia baru saja bangun dari tidurnya. Seakan tahu keinginan kita, manajer kita tiba-tiba masuk ke dalam kamar.

“Hei gals! Pada mau jalan-jalan gak? Aku yang ngawal kalian.”
“Wah! Serius nih?!”, ujar Hanna kaget.
“Yes! Jalan-jalan malem kita! Untung gue udah bangun.”, kata Nat lagi.
“Yaudah ayok semuanya, kita siap-siap yuk.”, kata Sinka.
“Aku tunggu kalian diluar ya. Akau mau manggil LO-nya dulu buat jadi guide kita nanti.”, ujar sang manajer.

Kita pun semua bersiap-siap. Yaa kalian ngerti lah gimana persiapannya para gadis-gadis muda kalau mau jalan-jalan. Hahaha. Rempong banget. Aku pun sedang bersiap-siap saat smartphone ku berbunyi. Ada pesan masuk. Kuambil ponselku dan kubaca pesannya. Aku pun tersenyum-senyum sendiri.

***
“Wah, Pi. Maneh udah dikosan aja. Tumben pulang cepet. Baru juga jam setengah 12.”
“Iya nih, Ton. Aku tidur duluan yak. Maneh begadang kan?”
“Nggg.. Iya sih. Emang kenapa?”
“Bangunin urang yah sekitar jam 3-an. Urang mau pergi?”
“Hah, kemana, Pi?”
“Gausah kepo, Ton. Gak baek, gak ada manfaatnya. Yaudah intinya gitu. Udah yah, urang tidur duluan. Oyasumikhaaa!”
“Terserah maneh! Bebas!

Aku langsung menuju kasurku. Dan tidur sambil tersenyum-senyum.

***
“Fiiuuhh.. Capek juga yak!”, kata Tata.
“Aku gak capek. Aku kenyang. Hohoho.”, Sinka tersenyum-senyum.
“Ah, Sinka mah makan mulu! Pantes gendut. Hahaha.”, timpal Della.
“Ih! Gak gendut-gendut amat kok. Weekkk.”

Nadila dan Nat langsung tertidur. Aku sendiri masih membereskan beberapa belanjaan yang tadi kubeli. Capek sekali rasanya. Setelah semuanya beres, aku langsung menuju kasur dan tidur. Tak sabar untuk esok hari.

***
Fajar mulai menampakkan dirinya. Dua orang muda-mudi ini sedang melihat proses terjadinya fenomena alam yang indah ini.

“Waaahh! Liat deh Kak! Udah mulai muncul mataharinya!”
“Bener kan? Di bukit ini tuh indah banget kalo menjelang fajar.”
“Waaahh! Cantik banget! Makasih yah udah bawa aku kesini, Kak!”
“Hahaha. Sama-sama. Ngomong-ngomong, kayaknya istilah “menculik” lebih pas buat aku. Dan istilah “kabur” pas buat kamu. Hahaha. Kan kamu kabur dari hotel buat ngeliat sunrise ini.”
“Iya nih. Kakak nyulik aku nih dari hotel. Hahaha.”
“Tapi seneng kan diculik gini?”, ucapku sambil setengah menggoda.
“Ah! Tau ah!”, jawabnya sambil tersipu malu. “Tapi, sekali lagi, makasih ya kak udah mau ngasih pengalaman yang berkesan di Bandung ini.” Ah! Manis sekali senyummu, dik.
“Iya Riskha Fairunissa. Sama-sama.”, ujarku sambil tersenyum.

Advertisements

#1Day1StoryForIkha: Sepenggal Memori di Petshop

Hari ini toko hewanku sepi. Eh, toko hewan yang menjadi tempat kerjaku maksudnya. Yah, memang sih, hari ini bukan hari libur, jadi memang pantaslah kalau sepi. Kadang rasanya bosan juga hanya melakukan hal itu-itu saja. Mengecek jumlah hewan, menghitung jumlah makanan hewan, mengecek kembali aksesoris yang kita jual dan lain-lain.
Baru saja aku selesai mengecek makanan hewan yang tersisa, tiba-tiba pintu toko terbuka. Seorang gadis muda masuk, masih dengan seragam sekolahnya, langsung lari ke arahku yang masih berada di bagian rak makanan kucing. Tampaknya dia sedang mencari-cari makanan kucing. Aku pun bergeser ke pinggir rak, agar dia bisa lebih leluasa mencari apa yang dia cari.
“Kak, ada makanan kucing yang mereknya XXXXX nggak?”, tanya si gadis itu.
“Wah, yang merek itu mah lagi kosong kayaknya. Tapi, biar saya coba cariin di gudang dulu ya.”
“Oh iya deh. Makasih ya.”
“Iya sama-sama.”, ujarku sambil mengangguk dan tersenyum.
Aku berjalan menuju gudang penyimpanan. Sekilas aku merasa ada yang mengganjal hatiku. Sepertinya aku pernah tahu siapa dia. Tapi siapa? Ah! Jangan-jangan..

***

“Mama, toko hewan langganan kita tutup. Aku harus kemana lagi, Ma?”
“Wah, ya gatau lagi, Kha. Coba yang deket rumah aja. Tau kan yang disitu? Sebelum perempatan yang mau ke rumah? Maaf ya Mama gabisa jemput kamu dan nganter nyari makanan kucingnya.”
“Tau sih, Ma. Hmm. Yaudah deh aku kesana dulu aja, Ma. Nanti aku telpon lagi ya, Ma. Dadah.”
“Iya, hati-hati ya, Kha.”
Toko hewan langgananku tutup dan aku harus mencari toko lain yang menjual makanan kucing untuk Mou & Umikha. Cuaca pun sedang panas-panasnya. Akhirnya aku menemukan angkot yang jalurnya menuju ke arah rumahku, sedang mengetem. Aku naik angkot itu, tak lama akhirnya sampai tempat yang kutuju. Aku belum pernah ke toko hewan yang satu ini. Padahal dekat dari rumahku. Aneh ya? Soalnya aku sudah punya toko langganan untuk masalah segala keperluan kucing-kucingku..
Buru-buru aku masuk ke toko itu, langsung kucari-kucari rak untuk makanan kucing. Kucari-cari merek makanan kucing yang biasanya aku beli. Tidak ada. Aku pun bertanya pada penjaga toko tersebut, apa makanan kucing yang kucari itu masih ada stok atau tidak. Aku menunggu disitu, sementar penjaga toko itu pergi ke belakang untuk mencari makanan kucingku. Tunggu, aku seperti pernah tahu penjaga toko ini. Tapi sudahlah, sepertinya cuma perasaanku saja.

Sampai akhirnya aku melihat papan nama di meja kasir. Sekelebat mencuat kembali memoriku yang tenggelam.

***

Setelah lama mencari, ternyata makanan kucing yang gadis itu cari masih ada di gudang. Fiiuuh. Aku tak jadi mengecewakan pembeli. Kukira tadi makanan kucing merek ini sudah habis. Aku yakin bahwa aku mengenalnya. Aku tak mungkin bisa lupa.
Dia adik kelasku dulu, 2 tahun dibawahku. Dia duduk kelas 10 saat itu dan aku di kelas 12. Aku tipikal lelaki yang pemalu dan cenderung pendiam. Aku mulai mengenalnya saat aku menjadi panitia MOS. Menurutku dia adalah tipe perempuan yang memang pantas untuk disukai dan di idolakan oleh lawan jenisnya. Ramah, murah senyum, cantik dan masih banyak lagi yang bahakn jika kusebutkan tak akan pernah habis. Waktu itu, teman-teman seangkatanku pun sudah mulai banyak yang mendekatinya. Yaaa, namanya juga lelaki. Tapi aku tak ikut-ikutan. Entah kenapa, mungkin karena aku pemalu.
Kuhapus semua kenangan lama itu. Kuambil beberapa kotak makanan kucing yang tadi dia pesan. Aku keluar dari gudang penyimpanan dan menuju ke arah meja kasir untuk menemuinya. Saat menuju meja kasir, kulihat dia sedang terdiam sambil memegang papan namaku yang tadinya di meja kasir. Lalu dia menatapku. Lekat.

***

Sammy. Kak Sammy! Ya, aku ingat namanya. Dia seniorku dulu di sekolah. Orangnya pendiam dan katanya pemalu. Justru itu yang membuatku penasaran padanya. Namun sampai hari kelulusannya, aku tak pernah bisa bicara banyak padanya. Dekat pun tidak, apalagi aku harus mengatakan perasaan sukaku padanya. Sejak saat itu, sukaku hanya kusimpan rapi dalam hati. Terkunci.
Mari kembali kepada kenyataan. Saat sedang membaca papan namanya, tiba-tiba dia keluar dari gudang sambil membawa beberapa kotak makanan kucing yang kupesan. Aku tertegun. Aku hanya bisa menatapnya. Tiba-tiba, tanpa aku pikirkan, aku memanggil namanya. Spontan.
“Kamu.. Sammy? Kak Sammy? Kelas 12-A SMA Nusantara?”

***

Hari sudah mulai sore. Aku bergegas pamit pada pemilik toko untuk keluar toko sebentar. Aku langsung menyalakan mesin motorku dan langsung menuju ke sekolah SMA Nusantara. Perjalanan yang lumayan lama karena memang tadi agak macet. Akhirnya aku sampai di depan gerbang sekolah. Kucari-cari sekeliling, tapi tak juga ketemukan orang yang kucari. Fiiuuh. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya dia muncul juga dari dalam gerbang sekolah. Tentunya, dengan membawa senyum manisnya itu.
“Hai Kak Sam! Hari ini kita langsung pulang aja ya. Nanti mampir aja dulu bentar di rumah. Aku udah bisa masak lho. Hehehe”, ujarnya sambil naik ke atas jok belakang motorku.
“Iya, iya.. Tuan Putri Riskha Fairunissa yang cerewet” jawabku sambil tersenyum.

Dan dia membalas senyumanku dengan senyuman termanisnya.

Sungguh.

#SokReview: @Kuran666er Episode 2 – Konflik di Awal Seri

Yeay! Setelah sembilan ratus dua puluh tujuh tahun delapan bulan lima minggu tiga hari lima belas jam dua menit sembilan detik (skip aja, gausah dibaca) menunggu episode selanjutnya dari #Kuran666er, kemarin malam, akhirnya episode 2 rilis! Tidak sia-sia saya nunggu, tidak sia-sia saya nge-refresh tab stream Soundcloud berkali-kali. Kurang kerjaan? Iya. Emang KURAN666 BAN666ET. Ini semua salah kalian!

Awalnya, agak kecewa dan penasaran, kenapa ini jedanya lama bener dah. Tapi saya tau, membuat dan merancang audio drama seperti ini tidak mudah. Dan ternyata, beberapa alasannya adalah take VO yang berkali-kali & editingnya yang super lama. Konon katanya sampai sekitar 50 jam! (bener gak sih?) Wow banget! Dan lagi, episode sekarang 40 menitan durasinya! Wanjer, nanjak coy! Eh maap, maap xD

40 menit yang disajikan disini menurut saya pribadi memuaskan. Terlebih karena di episode ini sudah mulai muncul konflik internal di Kuran666er. Drama ini udah bener-bener mulai terlihat ‘drama’. Banyak masalah-masalah yang based on reality mulai dimunculkan disini. Mulai dari, Om Pichink yang sudah berkeluarga dan bagaimana dia mengatur kehidupan ngidolnya. Rendy yang hidupnya dikuasai oleh GTA..eh bukan..oleh game dan emang karena dia kerjanya di komunitas game juga. Bintang yang juga sudah punya pacar dan juga orang kantoran. Kurang lebih semua masalah tiap anggota Kuran666er itu sama, masih denial terhadap sifat kuran666 mereka. Kecuali Rangga. Ya, Rangga sudah terlihat sangat menikmati keceriaan dan kebahagiaan dalam menjadi seorang fans dan juga menerima sifat kuran666-nya. Eh bentar, ini udah mulai review belum? Ah udahlah, baca aja ya kakak-kakak.

Penempatan setiap penggalan lirik lagu JKT48 di setiap percakapan antar tokoh ini, menurut saya keren banget! Setiap saya denger, pasti aja timbul pertanyaan ((( KOK BISA? ))) Plot cerita kali ini pun, saya pribadi nilai memuaskan. Dengan jeda yang agak lama dari episode pertama, episode kali ini sudah menawarkan sesuatu yang bisa mengobati kami-kami semua yang rindu akan drama favorit kami ini! *ceilah*
Scriptwriter-nya sangar! Four thumbs up!

CERITA DAN SEGALA TETEK BENGEKNYA: 9/10

Dari segi penjiwaan karakter, episode ini sudah mulai terlihat lebih ada peningkatan daripada episode sebelumnya. Kapten Mario disini sudah terlihat lebih berwibawa. Wi..bawa potopek. Wi..bawa lightstick. Wi..bawa barbel. Eh nggak nggak! Ampun Om! xD Beneran keliatan berwibawa kok. Penjiwaan sebagai seorang mentor udah keliatan kok. Intonasi dari setiap percakapannya udah pas. Coba deh om, setiap melafalkan penggalan lirik lagu jeketi, lebih santai om. Hehehe xD

Saya kaget disini sama Bintang. Bintang galak yah? Hahaha. Udah dapet tuh Bintang penjiwaannya walau masih ada yang suka naik turun. Om Pichink di episode ini keren pake banget xD Perannya sebagai seorang ayah dan fans dekidol dan pahlawan delusi bener-bener dihayati. Mantep om! Buat Jovi, kalo lagi serius dialognya kayak kurang gitu ya. cuy. Tapi pasti di episode selanjutnya pasti tambah bagus kok. Kalo buat Rangga, no comment! Mending syuting film beneran gih. Keren pake banget! :)) Rendy..umm, Rendy maen GTA V aja sanah. Biarin aja Yona grad.
.
.
.
.
Gak deng, mantep konyolnya! Tetep dijaga konyolnya! xD

Peri(a brewokan dengan suara sepeti kucing berantem) Gala? Konyol! Tapi keren! Karakternya kayak Gai (Gokai Silver) tapi bedanya sombong dan angkuh gitu. Udah mantep! ‘-‘)b
Jenderal Woshrek kelihatan lebih jahat disini! Kereeenn! AAAKKKKKKK!! xD Saya tetapkan, mulai saat ini, saya adalah #TimVVoshrek!

Dari segi editing sound, mungkin karena saya bukan praktisi di bidang beginian, jadi maaf-maaf kata kalo saya terkesan sotoy. Suara-suara member terdengar pas disini. Nyambung. Terus saya ngerasa kayaknya, volume suara Peri(a brewokan dengan suara sepeti kucing berantem) Gala terdengar lebih tinggi dari yg lain. Apa cuma fatamorgana kuping saya aja?

Buat Kak Pipu, gimana kalau dia dikontrak permanen aja? Saya dukung! #TimNaratorGarisKeras

PENJIWAAN KARAKTER, PERCAKAPAN DLL: 8,8/ 10
TEKNIS AUDIO: 8,9/10

Walaupun banyak yang bilang episode ini kepanjangan, bagi saya sih nggak. Bagi saya, justru promosinya yang sebelum audio ini dirilis, nah itu kelamaan. Kelamaan nunggu, greget sama sedikit mood udah agak turun. Untungnya, di scene awal-awal udah bisa naikin mood. Hohoho xD

Kalau ada salah-salah kata ya maaf ya.

SEKIAN

Trivia:

1. Kode GURenShaDel yang waktu itu muncul dari tim KOT (Kuran666er Official Team), nah udah tau dong jawabannya? Hah, belum?

2. Kode RGB Sounds Good pastinya udah ngerti dong. Hah? Belum juga?

3. Kenapa Rangga ikut bantu-bantu kegiatan renovasi panggung dan teater JKT48? Selain dia memang kuran666 banget, apa alasannya?

#SokReview: @Kuran666er Episode 1 – Selamat Datang Pahlawan Delusi

Saya suka sekali tokusatsu. Semenjak kecil, hampir semua orang tahu superhero semacam ini. Tak usah saya sebut, pasti banyak yang tahu kok, haha. Di lain sisi, pada masanya, drama radio pernah menjadi jawara dalam dunia hiburan. Saur Sepuh, Tutur Tinular, Misteri Gunung Merapi, Catatan Si Boy pernah jadi pilihan masyarakat dalam memilih bahan hiburan. Saya sendiri tidak ingat apa saya pernah menikmati masa-masa ini. Percayalah, judul-judul yang saya sebutkan tadi adalah hasil googling. Lalu apa hubungannya antara tokusatsu dengan drama radio? Penasaran?

Nah! Cukup basa-basinya. Saya akan mencoba menulis lagi #SokReview. Kali ini tentang drama audio (atau apapun istilahnya, saya juga ngarang itu) yang sedang populer, khususnya di kalangan wota. Yaitu tentang #Kuran666er. Tokusatsu pertama yang hadir dalam bentuk audio!

Tapi, sebelum membaca lebih lanjut, #SokReview saya ini mungkin bersifat subjektif, tak semenarik review dari Skyman Kuran666er disini atau review dari @realQuezFlow yang ini. Jadi, saya sangat senang jika ada saran dan kritik juga dari pembaca. Tapi, saya pribadi lebih suka kalau dibeliin nasi goreng babat sih. Gratis lagi!

Syahdan, suatu hari di linimasa Twitter (saya lupa kapan), para wota dan tokoh-tokoh kreatif yang ada di tab saya semacam Bang Rendy, Bang Rangga, Kak Gala..mulai menggembar-gemborkan tentang Kuran666er. Oke. Pikiran pertama saya adalah, “Ranger yang kurang. Tapi apanya yang kurang ya?”. Ini bikin saya benar-benar penasaran. Dan saya sempat berfikir juga, akan jadi seperti apa, dan dalam bentuk apa?

Singkat cerita, saya menemukan akun Soundcloud Kuran666er! Senang bukan main! Sudah tidak sabar lagi saya menunggu episode pertamanya keluar. Tapi, pada waktu itu, akun Soundcloud tersebut masih berisikan teaser-teaser saja. Sumpah, teaser-teasernya saja sudah membuat saya bengong. “Kok bisa sebagus ini? Ini baru teaser lho!”, begitu pikir saya. Ditambah lagi setelah mendengar teaser opening-nya. KEREN!! XD Dan mulailah muncul kode ini:
BHABB0AC.2048

Jadi apa maksudnya? Fiuuhhh.. Sampai episode pertama rilis pun saya gak bisa mecahin kodenya kecuali 2048, yang ternyata memang benar itu adalah durasi episode pertama. Hohoho! Tebakan saya benar! Dan kode berupa huruf dan angka itu akhirnya dibocorkan oleh twitnya Kuran666Red disini:

Dan hari itu pun tiba. 28 Desember 2013. Hari dimana senshuuraku RKJ dan perpisahan Stella Cornelia. Dan di hari itu pula saya sedang tidak berada di kota. Saya sedang ada di desa yang notabene sinyal internetnya kurang bagus. BAH! “Entar streaming episode perdana piye?” Tapi keajaiban terjadi. Pukul 21.03 WIB, tiba-tiba koneksi internet saya berjalan dengan baik! Lah.. KOK BISAAA??!! Ah bodo amat, yang penting saya bisa streaming episode perdana ini dan tanpa pikir panjang saya langsung menuju akun Soundcloud Kuran666er XD

Mungkin ada yang belum denger episode 1 Kuran666er, coba kesini dulu deh: Episode 1
Jangan lupa follow kesini yaw! @Kuran666er

TOKOH
Sampai saat ini ditulis, baru episode 1 saja yang dirilis. Jadi, tidak menutup kemungkinan ada banyak tokoh yang nanti akan muncul lagi. Baiklah, mari kita kupas satu persatu tokoh-tokohnya.

#KURAN666RED (@RanggaPranendra)
Ternyata abang-abang yang satu ini bener kuran666 (–, ) Jargon, “Mel.. Kangeeeeeennn~~” bener-bener bikin ketawa XD Benar-benar mencerminkan kerinduan yang mendalam pada oshinya. Hehehe. Sosok leader yang cukup baik untuk Kuran666er ini. Dialog yang dilakukan sama Bang Rangga pun keliatan natural banget. Kayak menjiwai banget gitu. Keliatan gagah..tapi kuran666. Apalagi dimana ketika ada adegan Kuran666Red sedang berbicara dengan Jenderal Woshrek dan saat Kuran666Red mendapatkan senjata barunya ‘Laksani Sword’. Itu imajinatif sekali, lho. Membayangkannya benar-benar mengharuskan saya membuat sebuah bayangan visual sendiri di pikiran saya. Keren banget kalo beneran bakal dijadikan komik :)) Oiya, “Laksanikan!” ini kata-kata yang ngeselin banget lah! Hahahaha.

Gagah kan? Tapi ya gitu..kuran666

Gagah kan? Coba human form nya..kuran666 banget

#KURAN666BLACK (@Pichink)
Wota mulia. Panutan keluarga. Sayang istri dan anak dan juga sayang oshi. Sepertinya, karakter yang tercipta dari Om Pichink ini adalah seorang yang bijaksana gitu. Ya, semacem ranger-ranger hitam di serial Sentai/ Power Rangers. Lagi-lagi karakter yang unik. Terkesan bijak tapi kalo ngomongin oshi ekspresinya itu lucu, Om XD
Saran saya, cepetan kenalin jeketi ke anaknya, Om. Takutnya Jenderal Woshrek menang terus jeketi bubar, Om.

Eh, jangan deh! Saya belom pernah teateran! Selamatkan para member yah!

#KURAN666GREEN (@Jovi_Mikki)
“Oshi gua Rena, cuuuyyyyyy”. Kalimat yang diucapkan Bang Jovi ini juga terdengar sangat kuran666. Intonasi dialog yang diucapkan Bang Jovi ini juga udah bagus. Terdengar enjoy dan natural. Saya berharap di episode 2 nanti juga di tonjolkan nih karakter si hijau. Eh bentar, di Kuran666er ada aturan oshi boleh lebih dari satu gak? Kalo gak ada, nanti Bang Jovi bisa dipecat lho. Nanti Kapten Mario bakal rekrut orang lain, hehe.

#KURAN666BLUE (@bintangrafdi)
Kaget sih. Karena drama audio jadi kita kan gak bisa melihat secara visual. Kenapa saya kaget? Lagi enak-enaknya Bang Rangga sama Om Pichink lagi ngobrol tau-tau udah ada suara lain, yang katanya udah ngantri di depan. Hoho, ternyata itu suara Bang Bintang. Ranger biru kita. Kalo ditebak-tebak gitu, apa bener karakter ranger biru ini sama kayak oshinya, pemalu gitu? Ya saya belum tau sih. Mungkin karena baru 1 episode jadi belum all out karakternya. Beberapa dialog juga terdengar agak kaku, atau emang sifatnya juga? Ah sudahlah, semoga di episode 2 nanti karakter utamanya Bang Bintang yah.

#KURAN666YELLOW (@rendyyusuf)
“Tapi gua sukaanyaaa Yoonaaaaaaa~”
“Houuuooo..yeeiiyeeeehhh~”
Gak bisa ngomong banyak. Bodornya poll!! XD Bang Rendy sepertinya memang bener-bener kuran666. Pake ban666et. Natural banget nih. Penasaran pengen ketemu Bang Rendy langsung begimana yak? Haha. Kayaknya Yona udah jadi candu gitu buat karakter si kuning ini XD Tetap bodor ya bang di episode-episode selanjutnya X))

KAPTEN MARIO (@fxmario)
Yang saya liat dari karakter Kapten Mario ini, masih banyak yang perlu diketahui asal-usulnya. Dalam pembawaannya, sepertinya masih kaku dan masih terdengar seperti membaca script banget. Tapi, saya yakin kok Om Mario ke depannya bakal lebih menjiwai. Ya iyalah. Kapten OOM48 gitu *lho
Tapi, serius, jujur saya sangat menantikan asal usul masa lalu karakter Kapten Mario ini. Hehehehe.

NARATOR (katanya sih @GalaEvanggala)
Enak denger suara naratornya. Terkesan memang biasa bercerita. Jadi saat narator membacakan cerita, saya benar-benar bisa membayangkan kejadiannya seperti apa. Cadelnya lucu, bang :v Hehehe.

SUARA DOANG BELUM TAU BAKAL JADI APA (katanya sih @GalaEvanggala juga)
“Sisil manis, ya!” *dengan nada cadel*
Curiga sama beberapa kemungkinan sih:

1. Si tokoh ini ranger tambahan
2. Punya keterkaitan sama Kuran666Red atau Kapten Mario
3. Kalau pun bener jadi ranger tambahan, pasti warnanya anti-mainstream

JENDERAL WOSHREK (@boviesandhi)
“Akulah yang akan menghitamkan pelangi, menghujani wota dengan kepedihan. Aku adalah Jenderal Woshrek. Akulah yang akan mengakhiri segala kebohongan ini. Akan kuakhiri JKT48. Dan kalian, wota-wota tak berguna, kalian akan kujatuhkan pada penyesalan tanpa batas!”

“Kalian akan mengerti air mata abadi yang kualami, ‘DENAial Schyte’!
Kekuatan potopek trainee merah, ‘Negative Delusion’!
Berubahlah kalian wota-wota lemah menjadi wombie!”

“Wombie! Serang mereka selagi aku menculik satu persatu member JKT48. Hahahaha!”

Speechless. Badass banget Bang Bovie ini :))
Jagoan banget. Berani menghancurkan kuil kesayangan wota! Beuuhh!! Untuk episode 1 ini, gak ada kekurangan. Cukup menjajikan sebagai antagonis. Thumbs up! 😀
Saya juga curiga, Jenderal Woshrek ini punya hubungan sama Kapten Mario. Cuma prediksi sih.

Gimana? Badass banget kan?

Gimana? Badass banget kan?

KAPTEN JKT48, KORBAN PENCULIKAN YANG SELAMAT (@melodyJKT48)
Makasih banyak! Iya kau mau ngucapin makasih banyaaakkk.. Aku bersyukur banget karena dukungan kalian smeua berarti banget.. :’) *sambil nangis*
Entah kenapa suara Melody disini terdengar seperti Ayu Ting Ting. Kayaknya dia pas baca script kurang menjiwai gitu.

Eh bentar, Melody ikutan, kan?

SARAN

OP-nya dishare donnggggggsssssss! Orang-orang perlu tahu karya Mas Vit ini! Dan semoga kedepannya bisa jadi komik beneran kayak disini nih..
komik Strawberry Diaries

Akhir kata, selamat datang, Pahlawan Delusi!

*Catatan Kaki

1. 2 fanart (Kuran666Red & Jenderal Woshrek) adalah buatan Kak Nathaniel (@ninesicks)
2. Komik tentang idol group yang terakhir itu adalah side story dari komik ‘Hellknight’ (baca disini) yang berjudul ‘Strawberry Diaries’ (baca disini)

Cuap-cuap Tentang Kemal, JKT48 dan Stand Up Comedy Indonesia

Hari ini, tepatnya 29 November 2013, linimasa Twitter gue dari jam sekitar abis dzuhur sampe jam setengah 5-an (kira-kira yah, ngapain juga gue itungin?) rame banget sama video. Gue sih berharap video yang diomongin itu sekuel video SMPN 4 & SMPN 3, tapi sayangnya bukan. Jadi pas gue cek link nya, ternyata itu adalah video stand up comedy-nya Kemal Palevi di acara hajatnya Genderuwota48 dan katanya.. materi jokes tentang JKT48 yang disampaikan dinilai sudah terlalu kelewatan. Dan sangat kebetulan sekali, beberapa menit sebelum video tersebut di privat oleh Roadkill Pictures, gue masih sempet aja melakukan kejahatan digital (sebut saja mengunduh)-(maaf ya om, itu karena gue belom nonton jadi penasaran).

Nah, setelah gue nonton itu, ternyata ya.. gue ketawa-ketawa aja. Refleks gue atau gimana gue juga kurang paham. Ya, tapi kan kita bisa membedakan ketawa itu jadi 2 macem. Ketawa suka sama ketawa sebel. Sebenernya gitu sih. (Kalo gak salah itu kata twitnya Om Isman HS). Gue mengambil beberapa poin yang (menurut gue) ‘fenomenal’ bagi para fans jeketi.

1. Muka Sisil gaenak 1:32
2. “Ada yg suka sisil? Gila selera lo sengklek juga” 1:46
3. 3 orang member yg “kurang” termasuk yg udah graduate, Diasta 1:59
4. Shafa gak ada yg nge-oshiin 2:14
5. Dibuat bahan dikamar mandi gak bisa 2:35
6. Ngebahas sepinya HS Sisil dan Shafa 3:15
7. Melody, Nabilah dan Allah 4:40
8. Member lagi pake baju seksi pas ngomong soal Allah 5:00
9. Jibril nolak negur member karena mensyen gadibales 5:38

Sebenernya poin nomer 9 gak terlalu ngaruh secara langsung ke member yah, cuma karena memang lucu aja jadi gue masukin juga. Dan untuk beberapa menit ke akhirnya gak usah gue bahas karena menurut gue gak tajem-tajem amat. Bagi sebagian orang, terlepas apakah dia sensitif atau nggak, materi jokes Kemal ini bisa dibilang tajam. Bahkan sangat tajam bagi orang yang bener-bener awam tentang Stand Up Comedy karena komedi jenis ini materinya cenderung ke arah provokatif ato apalah sejenisnya. Menyangkut ras, suatu komunitas, agama dll.

Dalam konteks Kemal ini, menurut gue, dia secara nggak langsung (atau langsung (?) ) mengklaim dirinya adalah wota atau fans jeketi atau apalah itu). Dan dia membawakan materi yang sebenarnya masih ada dalam komunitas yang dia klaim. Terlepas dari apakah dia sering berkomunikasi dengan para wota yang lainnya atau tidak, tapi imej “Kemal itu wota” sudah banyak orang tahu. Maka, saat dia “menjelek-jelekkan” beberapa member jeketi di dalam materinya, secara otomatis pasti akan memancing emosi beberapa fans. Yaa, umumnya sih gitu. Respek terhadap Kemal mungkin akan banyak berkurang di komunitas fandom tersebut. Apalagi sampek ada yang mau bikin petisi menolak Kemal main di film tersebut. Gilee!! Serius bener yah? (–, )

Namun, dalam masalah materi tersebut, disaat gue memposisikan diri sebagai orang biasa, yang gatau jeketi dan gatau Stand Up Comedy, gue pikir-pikir lagi sih ya memang udah agak kelewatan sih. Gak bisa dipungkiri, komedi di negeri kita belum bisa lepas dari eksploitasi fisik. Apapun bentuknya. Baik komedi jenis apapun itu. Harapan gue sih, semoga apa yang udah terjadi ini gak membawa pendapat-pendapat yang kurang baik untuk pihak-pihak terkait seperti: “Ah, wota sensitif banget sih!”, “Para komika semua materinya kelewatan banget!”, “Jekate mah ngumbar aurat mulu! (eh bener kan ya?)” atau “Ini presiden mana? Kok kasus Kemal gak di ditanggepin? Oiya, negara aja belum bener diurusnya.”

Oke, kayaknya gue udah mulai banyak gak nyambungnya. Yaa, yasudah lah karena sudah berlalu biarlah berlalu. Biar jadi pelajaran untuk semua pihak. Mohon maaf untuk semua pihak yang tidak suka kelakuan saya dalam menulis opini ini, reupload video tersebut dll.
BTW, saya fans jeketi yang belom pernah nge-live di acara mereka, ada yang mau ajak saya?

UPDATE:

Ada pesen dari authornya nih. Maap-maap kata ya pembaca..

Demi menghindari hal hal yang tidak diinginkan terhadap pihak yang bersangkutan (Kemal, JKT48, Genderuwota) lebih bijak bila video ini dihapus saja. Karena kalau terendus media gosip, urusan bakal makin panjang. Terimakasih atas pengertiannya.

HIPradana,
PR Roadkill Pictures

UPDATE (30-11-2013):

Gue sadar, artikel gue ini masih banyak kekurangan. Termasuk tentang Aaron Ashab dan kakaknya yang masih sempat-sempatnya berusaha merebut perhatian teman-teman dunia maya dengan mencoba ‘berdebat’ kembali dengan Kemal. Padahal situasinya lagi agak runyem ye kemaren. Lagi ‘hot’ kemaren fandom jeketi vs Kemal, bisa-bisanya ada yang nyelip. Kesempatan dalam kesempitan 🙂
((( OPORTUNIS SOUNDS GOOD )))

UPDATE (1 Desember 2013)

Gue kirain di awal bulan ini, itu kasus bakal selese dan tenggelam lalu sepi. Subhanallah! Masih ada aja yang memperpanjang bahkan sampai mengira-ngira yang nggak-nggak. Berprasangka buruk. Huft. Sifat asli manusia Indonesia.

Gue ikutin kasus ini dari awal dan udah lewat 1×48 jam dan mulai miris + geli. Liat aja, beberapa oknum yang terus menekan Kemal seakan berada diatas angin dan terus-terusan memojokkannya. Ini aneh lho. Padahal Kemal udah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah. Kemal juga udah pasrah mau dicap apapun, mau diomongin begimana pun, Kemal mau nyelesein masalah ini dengan cara apapun.

Mari kita agak sedikit relijius *ehem*. Gue tau materinya emang rada rada. Memaafkan memang bukan berarti melupakan. Tapi, bukannya Tuhan itu Maha Pemaaf? Oke, kalau pembaca ateis atau agnostik bisa di skip.

Gue sih lebih prefer kalo masalah ini wota, kroni-kroninya dan simpatisan gak terlalu berkoar banyak-banyak. Mari kita dukung Kemal dan keluarga terkait eh pihak pihak terkait juga untuk menyelesaikannya. Kita gausah ikut banyak banyak lah. Cukup memantau. Mantaunya juga biasa aja kali..gausah sampe nyinyir ngetwit mulu :p Siapalah kita inyi..eh ini.. Yaa, itu sih menurut gue. Karena, gue memandang ini udah berlebihan.

Fin.

Semua Sayang Stella

Foto model sudah jadi passion mu
Sempat ku tahu berita tentangmu
Banyak prestasi kau raih dengan usahamu
Fashion dan foto model yang kutahu

Aku termasuk baru kenal tentangmu
Kamu salah satu member dari idolgroup itu
Banyak gadis-gadis disitu
Tapi kenapa kamu yang membuatku mengingatmu

Berjalanlah waktu
Aku, tidak, kita semua melihat usaha kerasmu
Teater, show, konser, interview
Kamu juga selalu sayang dengan Wawa
Walau kadang katanya sering berantem
Maaf, aku fans jarak jauh yg tak pernah bertemu mata denganmu
Kamu juga sangat dekat dengan Haruka
Iya, si tomang asal Jepang itu, haha
Kau senang sekali posting foto-fotomu
Twitter, G+, adalah caramu berkomunikasi
Dengan kemampuanmu itu
Kami menyayangimu
Sampai akhirnya ada Stellahugs

Kamu mendapat rezeki baru
Suatu produk pertama Indonesia di Tokusatsu
Bima Satria Garuda
Rena adalah nama peranmu
Kenapa harus Rena, padahal kami juga kenal Rena yang lain, haha
Kamu, sekali lagi
Menunjukkan totalitas dan profesionalitasmu
Berusaha agar bisa dan mampu berakting
Kami semakin menyayangimu

Ulang tahun kamu yang ke-19
Wah, ternyata kamu lebih muda dariku ya, Cici
Aku sendiri masih bingung kenapa kamu dipanggil Cici
Padahal kamu tak ada darah Tionghoa
Eh, iya kan?
Momen berharga dalam hidupmu
Jadi salah satu peristiwa yang akan selalu dikenang oleh para penggemarmu, juga teman-temanmu
Akhirnya, lulus dari ‘sekolah’ adalah keputusanmu
Malam itu, yang kudengar dan kutahu, teater penuh dengan isak tangis
Di panggung, di kursi penonton, di depan teater
Entah apa yang ada dipikiranmu
Tapi kutahu pasti, ini pasti sulit ya, Ci
Dan kamu juga sudah memikirkannya baik-baik

Stella Cornellia
Yang katanya takut hujan dan petir
Member yang terkenal fashionista, classy dan elegan
Member yang dikenal dengan indah suaranya
Kini..
Tinggal menunggu detik-detik
Saat melepaskan nama JKT48 dibelakang namanya
Saat akun G+ Stella Cornellia ditutup
Saat akun Twitter @stellaJKT48 juga ditutup
Saat itu pula semua dokumentasi dan memori seakan hilang
Tapi kekal abadi selalu di ingatan penggemarmu
Kamu wanita yang kuat
Kami menunggu karya barumu
Kami menunggu karir barumu
Oke, akun Instagram dan Twitter barumu juga

Aku bukan Stellahugs
Aku hanya tergerak menulis untukmu
Teruslah bersinar
Kami menyayangimu, Stella Cornellia